Tidak untuk bermaksud porno atau negatif thinking, Bejo Cuma bermaksud meluruskan apa yang sering diucapkan oleh banyak orang tentang “anu”. Baru-baru ini Bejo tertawa terpingkal-pingkal didalam kelas karena salah persepsi atau miss understanding dengan muridnya yang minta izin hendak ke toilet. “Mister, may I go to toilet?” murid siswi minta izin.

Melihat siswi yang minta izin berdua sedangkan Bejo sedang menjelaskan tentang grammar, salah satu materi yang tidak bisa ditinggalkan barang sebentar, Bejo antara enggan mengizinkan dan kasihan lantas berkata, “one by one!” (satu-persatu, indonesia).

Kemudian muridnya dengan wajah panik berkata, “Terus mister, nanti siapa yang memegangi anu-nya?”

Dengan terkejut dan tanda tanya akan maksud dari perkataan siswinya, kemudian Bejo bertanya, “Lalu siapa yang biasanya memegangi “anu”mu?” Bejo tak sadar akan pertanyaannya pada siswinya yang menjurus ke porno.

Kontan saja seluruh siswa terbahak-bahak mendengar itu. Termasuk Bejo yang baru sadar kemudian bahwa yang dihadapinya adalah muridnya yang baru kelas 8 dan bukan ibu-ibu PKK. Siswi tadi memerah mukanya karena malu tapi sambil tertawa juga. Kemudian menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “anu” adalah pintu toilet yang sedang rusak dan tidak bisa ditutup secara normal dari dalam kamar mandi. Perlu bantuan kawan untuk memegangi pintu itu dari luar. Bejopun akhirnya mengizinkan begitu tahu alasan kenapa mereka ke toilet berdua.

Setelah itu Bejo menjelaskan kepada siswanya pentingnya menggunakan kalimat yang jelas dalam berbicara. Tidak menggunakan kata yang ambigu (ambiguous, inggris) yaitu kata yang memiliki banyak arti yang bertentangan. Contoh :

  • Istri pegawai yang gemuk itu berasal dari Jakarta.

Makna pertama        : yang gemuk adalah istrinya.

Makna kedua            : yang gemuk adalah pegawai.

Penggunaan kata yang tidak ambigu akan memperjelas makna. Bila menggunakan kata yang memiliki dua makna akan ada dua persepsi. Apalagi menggunakan kata”anu” yang maknanya yang sangat banyak. Contohnya :

  • “Tolong jangan anu saya!”
  • “Anu, rumahnya ada di jalan Veteran!”
  • “Anu Bapak mati dikerubuti semut!”
  • “Jangan lupa anu saya!”
  • “Jangan jangan malah anu nantinya!”

Apakah anda tahu “anu” itu apa?

Random Posts

19 Responses to “Kata Ambigu (ambiguous)”

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
[+] kaskus emoticons nartzco